Aku Mencintaimu, Bahkan Sebelum Kita Bertemu..
Entah dari dialog film, lirik lagu, kutipan novel, atau sebaris kalimat dari artikel from nowhere, yang jelas rasanya Saya merasa tak asing dengan kalimat tersebut. "Aku mencintaimu, bahkan sebelum kita bertemu.." Ya, kalimat yang terasa sangat konyol bagi orang-orang yang kritis dan realistis. Luar biasa konyol. Yaiks!
Kalo ada seseorang yang berkata demikian padamu, ckck.. Kamu yang waras mungkin akan langsung mengernyitkan dahi berlipat-lipat, walau semahadahsyat apapun kecantikan/ketampanan si doski. "Ehmm..Heloo..? Mencintai sebelum bertemu? How can? Kalo ketemu gue aja sama sekali belum pernah, kenal aja engga, so how can a little thing called love come to you? And, the craziest thing is,, you give your love to a stranger! Kibul! Gombalan lo pera' kaya beras jatah!"
Hahaha..tapi bener kan? Senaksir-naksirnya orang pada kenalan chattingnya di MIRC (et dah!) atau fesbuk,it's nearly impossible kalau rasa itu bertumbuh jadi cinta, apalagi berujung di pelaminan, sebelum keduanya bertemu satu sama lain. Minimal liat profile picture nya lah (itu juga kalo asli..pff..;D)
Bahkan lewat jalur syar'i tahapan menuju munakahat (pernikahan) pun ada proses tukeran informasi, yang nantinya pun sampai pada tahap nadhor, pertemuan antara kedua belah pihak. Saling melihat wujud asli (hehe..:) satu sama lain sebagai pertimbangan atau penguat pendirian. Jadi,,mana ada cinta yang tumbuh tanpa terlebih dulu memandang wajah pasangan? Impossible. Yah, setidaknya itulah jawaban jujur yang keluar dari perintah akal. Maybe hanya wanita yang kadung kecemplung and kelelep di kolem asmara panas membara yang membuat tak ada logika aja yang bisa kemakan rayu-rayu gembel macem itu. "Aku mencintaimu, bahkan sebelum bertemu?" Haha.. LUCU!
But let me ask you, pals..Think again. Think wide.
Percayakah kamu akan cinta jenis ini? Cinta bertumbuh tanpa pertemuan?
Percaya?
Usirlah dulu bayanganmu tentang adegan pria/wanita yang dengan wajah bersemu merah jambu unyu-unyu mengucapkan kalimat tersebut di depan si doski yang notabene non mahromnya, modus bin ngarep diterima cinta atau dipercayai janji-janji muluknya. Hapus. It's not about that ridiculous moment.
Ada ngga ya?"Ih. emang beneran ada ya, cinta model gitu? bisa cinta sebelum ketemu? Ga cayaa ahh!"
Oke, bagaimana kalau kamu utarakan pertanyaan itu, umm..nonono. Lihatlah secara live wal langsung jenis cinta itu pada seorang hamba yang tak bosan membiasakan lambungnya jauh dari peraduan di sepertiga malamnya. Terisak mengadu atas gelimang dosa dan memunajatkan pengampunan dan rahmatNya. Lihatlah. Apakah ia pernah bertemu Rabb nya? Jika tidak, lalu mengapa ia begitu menghamba cintaNya?Well, kalau memang tak ada contoh sosok demikian di sekitar yang bisa kau amati, maka bacalah kisah-kisah teladan tentang keshalihan seorang hamba. Siapapun mereka, bernama ataupun tidak. Mereka yang ihsan dalam berperilaku, merasa begitu sesak walau hanya selintas lalu memikirkan niat untuk melanggar larangan Tuhannya. Tak kuasa mengecewakan dzat yang dicintainya. Sesungguhnya, cinta si hamba tsb telah berbalas berkian kali lipat, bahkan sebelum ia mengenal cinta. Rasanya Saya tak perlu lagi menjabarkan bukti cinta Allah pada kita, hambaNya.. You've known it well, right? Bukti cintaNya ada di dirimu, sekelilingmu dan seluas pemahaman kalbumu.
Waw. Ternyata ada cinta jenis itu. Cinta sebelum bertemu.
Next, Lihatlah langsung jenis cinta itu pada mukmin penelaah hadist dan pelaksana sunnah. Pernahkan mereka bertemu Rasul nya? Berulang kali kita diingatkan mengenai kisah kecintaan Rasulullah pada umatnya,, di majelis-majelis, peringatan maulid di sekolah dulu, artikel page islami di efbe, di mana-manalah. Rasulullah cinta pada seluruh umatnya, tercermin dari kesabaran perjuangan dan kisah wafatnya beliau (masih inget kan?). Pernahkah Rasulullah bertemu kita sebelumnya? Tidak.
Ternyata ada cinta jenis itu. Cinta sebelum bertemu.
"Hei, hei.. klise banget sih! Cinta Allah, cinta rasul.. semua orang juga tau! Yang spesipik dong! Kalo cinta lawan jenis gimana? gak mungkin kannn??"
Haha..buat kalian yang berpikir demikian,, Hmm.. Nampaknya Saya harus membocorkan satu rahasia besarr nih. Psstt! tapi jangan bilang-bilang ya! Cinta lawan jenis pun ada yang demikian, loh! Cinta sebelum bertemu! #bisikbisik
"WIIHHH... masa sih??! Lw percaya ada cinta kayak gitu? Sakit nih anak!"#hebohsendiri
Eiits, jangan sewot dulu. Saya percaya kok bahwa ada cinta lawan jenis yang jenis ini (haiyah ribet banget. gimana kalo kita singkat 'cinta lawan jenis' dengan 'cinta dia'. oke?). Ada loh, tapi ya..syarat dan ketentuan berlaku.
"Syaratnya?"
Seperti dua contoh di atas, 'cinta dia jenis ini' juga butuh bukti. Itu syarat pertama. Syarat kedua adalah kita sudah harus punya modal cinta pada Allah dan Rasul yang cukup. Itu syarat terakhir. Hmm.. sebelum kamu nyerocos lagi: "Buktiin apa? ke siapa?" Mari lihat langsung contohnya pada saudara-saudari kita yang telah memiliki 'cinta dia' versi ini. Dan kalau judulnya masih "Cinta Sebelum Bertemu", otomatis kita harus melirik (ups!) sis and bro kita yang masih jomblo (belom ketemu jodohnya kan? #bercermin #senyumsetengahsenti #pahit).
Ehm.
Ada bakso di dalem kimlo. Dimasak Ria yang makan JajaJomblo bukan sembarang jomblo! Slalu ceria and bersahaja.
#pantunpenghiburandiri. :D
Wes wes..udah cecengirannya. Kembali ke topik. Mari amati 'cinta dia jenis ini' pada sosok muslim dan muslimah keren,yang karena kedalaman pemahaman mereka terhadap kasih sayang Allah dan RasulNya, akhirnya mampu menumbuhkan 'cinta dia jenis ini' di dalam hatinya. Sadar ataupun tidak. Waw..Buktinya?
Muslim/muslimah pemilik cinta ini berpasrah, siapapun sosok misterius yang belum terpecahkan itu nantinya,,maka cintanya hanya akan dipersembahkan untuk jodohnya seorang. Meski belum bertemu kini, namun sekuat hati ia akan menjaga kesucian dirinya hanya bagi jodohnya kelak.
Nyambung ke masalah kesucian, Saya jadi inget taushiyah salah seorang da'i muda yang memaparkan perbedaan antara kesucian dan keperawanan/keperjakaan. Well, kalo masalah rangkul-rangkulan antar non mahrom (meski ga sampe gegulingan -> berantem? x_x) ajaa baginya udah jadi hal biasa banget, kira-kira muslim jenis ini masih dalam kategori penjaga kesucian diri bukan ya? (o_O)? Jawab sendiri lah.
Muslim/muslimah yang mencintai jodohnya bahkan sebelum bertemu, memiliki perisai khusus dalam qalb nya yang mampu menangkal godaan syahwatnya untuk 'mencuri-curi' kesempatan. Perisai itu terbentuk dari kecintaannya pada Allah dan Rasulnya. Jaga pandangan, sikap, dan perasaan. Cukup ikhtiar dengan perbaiki kualitas diri dan 'usaha-usaha' lainnya, selama masih berada dalam pagar syariat.
Subhanallah..Sebelum bertemu aja udah punya bukti cinta.. Waah..Siapa yang tidak mau dicintai oleh seseorang dengan cinta sebesar itu?
Pacarku kan Jodohku.. --> Ciyuzz?? Miapahh??
Duh. Masih ngeles juga? kesian deh! Berapa banyak contoh kasus pacaran-MBA-cerai atau yang lebih parah pacaran-hamil-aborsi.. Atau bagi pria..mm.. pacaran-diporotin-ditinggal kawin (hihi..) Semua itu terjadi karena kita sudah sok yakin dengan kehebatan 'cara-cara buatan sendiri' yang menyalahi 'cara-cara yang telah diatur oleh Allah dalam Islam'. Pacaran islami? Waw.. fenomena 'unik' macam apa itu? /(*0*)\
Gaya Pacaranku Gak Aneh-Aneh Kok.. --> #gedubraggKekeuh ye. Hahaha... Yasudahlah sob, terserah deh. Ngutip kata-katanya Om Tere Liye, tulisan ini dibuat hanya bagi orang yang mau berpikir. Lagipula, bahasannya adalah seputar "Cinta Sebelum Bertemu (Si Jodoh)". So, kalau kamu merasa pacarmu saat ini sudah jadi jodohmu, berarti persepsi kita tentang jodoh memang berbeda. Selesai.
Hmm..Baiklah. Intinya, kita bisa mencintai bahkan sebelum kita bertemu dengan dia yang kita cinta. Allah, Rasulullah, jodoh.. Ada lagi?
Oh iya. Jadi inget jawaban si Mila, muridku yg super polos, salah satu unyilku di kelas 8. Sambil mengacungkan tangan lalu menunjuk-nunjuk perutnya, si Unyil berkata, "Itu Miss, cinta ibu sama bayinya yang masih di perut. Kan ibunya belom ngeliat!"
#tepokjidat "Bener Mila! Setuju!" Cinta ibu pada kandungannya pun bisa masuk kategori cinta jenis ini ya? Cinta sebelum bertemu.. So sweet. Berarti wanita punya kesempatan lebih dong ya, untuk memiliki jenis cinta sebelum bertemu? Secaraa ikatan batin ibu-anak kan sudah terbentuk sejak baby still inside. Beda sama ayah-anak dong (keluar deh feminism nya. hhe)
Jadi.. "Aku mencintaimu, bahkan sebelum kita bertemu.." -->Percaya kan?
Belive it, pals! Percayalah.. Namun, ucapkan, pahami, dan hayati kalimat tersebut dalam dirimu sendiri...
Bagi yang ingin bertemu Allah nya, ucapkan sekarang dan nanti saat benar bertemu (aamiin)..."Aku mencintaiMu Yaa Allah, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!
Bagi yang ingin bertemu Rasul nya, ucapkan sekarang, dan nanti saat benar bertemu (aamiin)... "Aku mencintaimu Yaa Rasulullah, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!
Bagi yang ingin bertemu jodoh nya, ucapkan sekarang, dan nanti saat benar bertemu (AAMIIN.. x) "Aku mencintaimu duhai jodoh yang dinanti, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!
Bagi ibu yang ingin bertemu calon buah hatinya (yang sekarang lagi hamil loh ya!), ucapkan sekarang, dan nanti saat benar bertemu (aamiin) .. "Aku mencintaimu nak, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!(Jadi inget temen2 kuliah yang lagi pada isi.. ikut bahagiaa :)
No Offense, ya!
Tiada sedikitpun maksud menyindir atau menyentil apalagi menggurui (walau sy memang guru) sis and broyang mungkin merasa tersentil (apa sih) dengan adanya tulisan ini. Berhubung ini notes pribadi, jadi suka-suka Saya dong mau nulis apa dan sepanjang apa.. hehe (#tebelmuka). Penulis sendiri sejatinya sedang berupaya sekuat hati (walau terseok-seok.. tsah!) membuktikan cinta jenis ini untuk contoh 1-3.. Aargh!! Ngebuktiinnya ternyata susaah loh! #garuktembok. Tapi ga boleh nyerah!
Hmm..kalo untuk contoh ke-4.. nampaknya belum bisa ya. Kan dengan contoh ke-3 nya aja belum ketemu.. #kokcurcol :D
Well, disudahi saja ya.. Mari kita tutup chit-chat ini dengan hamdalah.. (#ala kakak bimbel). Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita semua untuk menerima dan memahami nasihat yang baik, ya. Aamiin..Allahumma aamiin.. :)
on my messy bed, 13413.
by : Nyanyut luverpool
Entah dari dialog film, lirik lagu, kutipan novel, atau sebaris kalimat dari artikel from nowhere, yang jelas rasanya Saya merasa tak asing dengan kalimat tersebut. "Aku mencintaimu, bahkan sebelum kita bertemu.." Ya, kalimat yang terasa sangat konyol bagi orang-orang yang kritis dan realistis. Luar biasa konyol. Yaiks!
Kalo ada seseorang yang berkata demikian padamu, ckck.. Kamu yang waras mungkin akan langsung mengernyitkan dahi berlipat-lipat, walau semahadahsyat apapun kecantikan/ketampanan si doski. "Ehmm..Heloo..? Mencintai sebelum bertemu? How can? Kalo ketemu gue aja sama sekali belum pernah, kenal aja engga, so how can a little thing called love come to you? And, the craziest thing is,, you give your love to a stranger! Kibul! Gombalan lo pera' kaya beras jatah!"
Hahaha..tapi bener kan? Senaksir-naksirnya orang pada kenalan chattingnya di MIRC (et dah!) atau fesbuk,it's nearly impossible kalau rasa itu bertumbuh jadi cinta, apalagi berujung di pelaminan, sebelum keduanya bertemu satu sama lain. Minimal liat profile picture nya lah (itu juga kalo asli..pff..;D)
Bahkan lewat jalur syar'i tahapan menuju munakahat (pernikahan) pun ada proses tukeran informasi, yang nantinya pun sampai pada tahap nadhor, pertemuan antara kedua belah pihak. Saling melihat wujud asli (hehe..:) satu sama lain sebagai pertimbangan atau penguat pendirian. Jadi,,mana ada cinta yang tumbuh tanpa terlebih dulu memandang wajah pasangan? Impossible. Yah, setidaknya itulah jawaban jujur yang keluar dari perintah akal. Maybe hanya wanita yang kadung kecemplung and kelelep di kolem asmara panas membara yang membuat tak ada logika aja yang bisa kemakan rayu-rayu gembel macem itu. "Aku mencintaimu, bahkan sebelum bertemu?" Haha.. LUCU!
But let me ask you, pals..Think again. Think wide.
Percayakah kamu akan cinta jenis ini? Cinta bertumbuh tanpa pertemuan?
Percaya?
Usirlah dulu bayanganmu tentang adegan pria/wanita yang dengan wajah bersemu merah jambu unyu-unyu mengucapkan kalimat tersebut di depan si doski yang notabene non mahromnya, modus bin ngarep diterima cinta atau dipercayai janji-janji muluknya. Hapus. It's not about that ridiculous moment.
Ada ngga ya?"Ih. emang beneran ada ya, cinta model gitu? bisa cinta sebelum ketemu? Ga cayaa ahh!"
Oke, bagaimana kalau kamu utarakan pertanyaan itu, umm..nonono. Lihatlah secara live wal langsung jenis cinta itu pada seorang hamba yang tak bosan membiasakan lambungnya jauh dari peraduan di sepertiga malamnya. Terisak mengadu atas gelimang dosa dan memunajatkan pengampunan dan rahmatNya. Lihatlah. Apakah ia pernah bertemu Rabb nya? Jika tidak, lalu mengapa ia begitu menghamba cintaNya?Well, kalau memang tak ada contoh sosok demikian di sekitar yang bisa kau amati, maka bacalah kisah-kisah teladan tentang keshalihan seorang hamba. Siapapun mereka, bernama ataupun tidak. Mereka yang ihsan dalam berperilaku, merasa begitu sesak walau hanya selintas lalu memikirkan niat untuk melanggar larangan Tuhannya. Tak kuasa mengecewakan dzat yang dicintainya. Sesungguhnya, cinta si hamba tsb telah berbalas berkian kali lipat, bahkan sebelum ia mengenal cinta. Rasanya Saya tak perlu lagi menjabarkan bukti cinta Allah pada kita, hambaNya.. You've known it well, right? Bukti cintaNya ada di dirimu, sekelilingmu dan seluas pemahaman kalbumu.
Waw. Ternyata ada cinta jenis itu. Cinta sebelum bertemu.
Next, Lihatlah langsung jenis cinta itu pada mukmin penelaah hadist dan pelaksana sunnah. Pernahkan mereka bertemu Rasul nya? Berulang kali kita diingatkan mengenai kisah kecintaan Rasulullah pada umatnya,, di majelis-majelis, peringatan maulid di sekolah dulu, artikel page islami di efbe, di mana-manalah. Rasulullah cinta pada seluruh umatnya, tercermin dari kesabaran perjuangan dan kisah wafatnya beliau (masih inget kan?). Pernahkah Rasulullah bertemu kita sebelumnya? Tidak.
Ternyata ada cinta jenis itu. Cinta sebelum bertemu.
"Hei, hei.. klise banget sih! Cinta Allah, cinta rasul.. semua orang juga tau! Yang spesipik dong! Kalo cinta lawan jenis gimana? gak mungkin kannn??"
Haha..buat kalian yang berpikir demikian,, Hmm.. Nampaknya Saya harus membocorkan satu rahasia besarr nih. Psstt! tapi jangan bilang-bilang ya! Cinta lawan jenis pun ada yang demikian, loh! Cinta sebelum bertemu! #bisikbisik
"WIIHHH... masa sih??! Lw percaya ada cinta kayak gitu? Sakit nih anak!"#hebohsendiri
Eiits, jangan sewot dulu. Saya percaya kok bahwa ada cinta lawan jenis yang jenis ini (haiyah ribet banget. gimana kalo kita singkat 'cinta lawan jenis' dengan 'cinta dia'. oke?). Ada loh, tapi ya..syarat dan ketentuan berlaku.
"Syaratnya?"
Seperti dua contoh di atas, 'cinta dia jenis ini' juga butuh bukti. Itu syarat pertama. Syarat kedua adalah kita sudah harus punya modal cinta pada Allah dan Rasul yang cukup. Itu syarat terakhir. Hmm.. sebelum kamu nyerocos lagi: "Buktiin apa? ke siapa?" Mari lihat langsung contohnya pada saudara-saudari kita yang telah memiliki 'cinta dia' versi ini. Dan kalau judulnya masih "Cinta Sebelum Bertemu", otomatis kita harus melirik (ups!) sis and bro kita yang masih jomblo (belom ketemu jodohnya kan? #bercermin #senyumsetengahsenti #pahit).
Ehm.
Ada bakso di dalem kimlo. Dimasak Ria yang makan JajaJomblo bukan sembarang jomblo! Slalu ceria and bersahaja.
#pantunpenghiburandiri. :D
Wes wes..udah cecengirannya. Kembali ke topik. Mari amati 'cinta dia jenis ini' pada sosok muslim dan muslimah keren,yang karena kedalaman pemahaman mereka terhadap kasih sayang Allah dan RasulNya, akhirnya mampu menumbuhkan 'cinta dia jenis ini' di dalam hatinya. Sadar ataupun tidak. Waw..Buktinya?
Muslim/muslimah pemilik cinta ini berpasrah, siapapun sosok misterius yang belum terpecahkan itu nantinya,,maka cintanya hanya akan dipersembahkan untuk jodohnya seorang. Meski belum bertemu kini, namun sekuat hati ia akan menjaga kesucian dirinya hanya bagi jodohnya kelak.
Nyambung ke masalah kesucian, Saya jadi inget taushiyah salah seorang da'i muda yang memaparkan perbedaan antara kesucian dan keperawanan/keperjakaan. Well, kalo masalah rangkul-rangkulan antar non mahrom (meski ga sampe gegulingan -> berantem? x_x) ajaa baginya udah jadi hal biasa banget, kira-kira muslim jenis ini masih dalam kategori penjaga kesucian diri bukan ya? (o_O)? Jawab sendiri lah.
Muslim/muslimah yang mencintai jodohnya bahkan sebelum bertemu, memiliki perisai khusus dalam qalb nya yang mampu menangkal godaan syahwatnya untuk 'mencuri-curi' kesempatan. Perisai itu terbentuk dari kecintaannya pada Allah dan Rasulnya. Jaga pandangan, sikap, dan perasaan. Cukup ikhtiar dengan perbaiki kualitas diri dan 'usaha-usaha' lainnya, selama masih berada dalam pagar syariat.
Subhanallah..Sebelum bertemu aja udah punya bukti cinta.. Waah..Siapa yang tidak mau dicintai oleh seseorang dengan cinta sebesar itu?
Pacarku kan Jodohku.. --> Ciyuzz?? Miapahh??
Duh. Masih ngeles juga? kesian deh! Berapa banyak contoh kasus pacaran-MBA-cerai atau yang lebih parah pacaran-hamil-aborsi.. Atau bagi pria..mm.. pacaran-diporotin-ditinggal kawin (hihi..) Semua itu terjadi karena kita sudah sok yakin dengan kehebatan 'cara-cara buatan sendiri' yang menyalahi 'cara-cara yang telah diatur oleh Allah dalam Islam'. Pacaran islami? Waw.. fenomena 'unik' macam apa itu? /(*0*)\
Gaya Pacaranku Gak Aneh-Aneh Kok.. --> #gedubraggKekeuh ye. Hahaha... Yasudahlah sob, terserah deh. Ngutip kata-katanya Om Tere Liye, tulisan ini dibuat hanya bagi orang yang mau berpikir. Lagipula, bahasannya adalah seputar "Cinta Sebelum Bertemu (Si Jodoh)". So, kalau kamu merasa pacarmu saat ini sudah jadi jodohmu, berarti persepsi kita tentang jodoh memang berbeda. Selesai.
Hmm..Baiklah. Intinya, kita bisa mencintai bahkan sebelum kita bertemu dengan dia yang kita cinta. Allah, Rasulullah, jodoh.. Ada lagi?
Oh iya. Jadi inget jawaban si Mila, muridku yg super polos, salah satu unyilku di kelas 8. Sambil mengacungkan tangan lalu menunjuk-nunjuk perutnya, si Unyil berkata, "Itu Miss, cinta ibu sama bayinya yang masih di perut. Kan ibunya belom ngeliat!"
#tepokjidat "Bener Mila! Setuju!" Cinta ibu pada kandungannya pun bisa masuk kategori cinta jenis ini ya? Cinta sebelum bertemu.. So sweet. Berarti wanita punya kesempatan lebih dong ya, untuk memiliki jenis cinta sebelum bertemu? Secaraa ikatan batin ibu-anak kan sudah terbentuk sejak baby still inside. Beda sama ayah-anak dong (keluar deh feminism nya. hhe)
Jadi.. "Aku mencintaimu, bahkan sebelum kita bertemu.." -->Percaya kan?
Belive it, pals! Percayalah.. Namun, ucapkan, pahami, dan hayati kalimat tersebut dalam dirimu sendiri...
Bagi yang ingin bertemu Allah nya, ucapkan sekarang dan nanti saat benar bertemu (aamiin)..."Aku mencintaiMu Yaa Allah, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!
Bagi yang ingin bertemu Rasul nya, ucapkan sekarang, dan nanti saat benar bertemu (aamiin)... "Aku mencintaimu Yaa Rasulullah, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!
Bagi yang ingin bertemu jodoh nya, ucapkan sekarang, dan nanti saat benar bertemu (AAMIIN.. x) "Aku mencintaimu duhai jodoh yang dinanti, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!
Bagi ibu yang ingin bertemu calon buah hatinya (yang sekarang lagi hamil loh ya!), ucapkan sekarang, dan nanti saat benar bertemu (aamiin) .. "Aku mencintaimu nak, bahkan sebelum kita bertemu.." tapi BUKTIKAN DARI SEKARANG!(Jadi inget temen2 kuliah yang lagi pada isi.. ikut bahagiaa :)
No Offense, ya!
Tiada sedikitpun maksud menyindir atau menyentil apalagi menggurui (walau sy memang guru) sis and broyang mungkin merasa tersentil (apa sih) dengan adanya tulisan ini. Berhubung ini notes pribadi, jadi suka-suka Saya dong mau nulis apa dan sepanjang apa.. hehe (#tebelmuka). Penulis sendiri sejatinya sedang berupaya sekuat hati (walau terseok-seok.. tsah!) membuktikan cinta jenis ini untuk contoh 1-3.. Aargh!! Ngebuktiinnya ternyata susaah loh! #garuktembok. Tapi ga boleh nyerah!
Hmm..kalo untuk contoh ke-4.. nampaknya belum bisa ya. Kan dengan contoh ke-3 nya aja belum ketemu.. #kokcurcol :D
Well, disudahi saja ya.. Mari kita tutup chit-chat ini dengan hamdalah.. (#ala kakak bimbel). Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita semua untuk menerima dan memahami nasihat yang baik, ya. Aamiin..Allahumma aamiin.. :)
on my messy bed, 13413.
by : Nyanyut luverpool

Tidak ada komentar:
Posting Komentar